Alumni Studi Agama-Agama UIN Bandung Jadi Narasumber Pembekalan Wisuda ke-109

Bandung — Program Studi Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali mencatatkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di tingkat nasional. Salah satu alumnus Studi Agama-Agama, Marsma TNI Jaetul Muchlis, alumni Perbandingan Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung angkatan 1992, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Pembekalan Wisuda ke-109 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diselenggarakan oleh Career Development Center (CDC), Kamis, 11 September 2026, di Aula Anwar Musaddad, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Kegiatan pembekalan wisuda tersebut berlangsung dengan lancar dan diikuti oleh para calon wisudawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan agar memiliki kesiapan mental, wawasan, serta orientasi karier setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Kehadiran Marsma TNI Jaetul Muchlis sebagai pembicara menjadi catatan tersendiri bagi keluarga besar Program Studi Studi Agama-Agama. Alumni yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Udara tersebut menjadi contoh bahwa lulusan Studi Agama-Agama memiliki peluang karier yang luas dan dapat berkiprah di berbagai bidang strategis.

Ketua Program Studi Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Ilim Abdul Halim, M.A., menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan alumni SAA dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran alumni sebagai narasumber dalam forum tingkat universitas merupakan bukti konkret bahwa lulusan Studi Agama-Agama mampu berkembang dan mengambil peran penting di tengah masyarakat.

“Kami tentu sangat bangga melihat alumni Studi Agama-Agama dapat hadir dan berbagi pengalaman dalam forum penting tingkat universitas seperti ini. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa lulusan SAA memiliki kapasitas untuk berkembang, berkontribusi, dan menjalankan peran strategis di tengah masyarakat. Ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan tidak membatasi diri dalam memilih ruang pengabdian dan karier,” ujar Dr. Ilim Abdul Halim, M.A.

Ia menambahkan bahwa capaian alumni menjadi bagian penting dalam penguatan identitas dan reputasi program studi. Keberhasilan alumni di berbagai sektor memperlihatkan bahwa keilmuan Studi Agama-Agama memiliki relevansi yang luas, terutama dalam membangun kemampuan memahami keragaman, relasi sosial, kehidupan keagamaan, serta dinamika masyarakat.

Kiprah Marsma TNI Jaetul Muchlis sekaligus menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Studi Agama-Agama tidak hanya relevan dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi modal penting dalam membangun karier di lingkungan pemerintahan, militer, kelembagaan publik, maupun berbagai sektor profesional lainnya.

Bagi Program Studi Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pencapaian alumni semacam ini merupakan bukti nyata bahwa lulusan SAA mampu mengembangkan kapasitas diri dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Keilmuan yang menekankan pemahaman agama, keragaman, dialog, relasi sosial, dan kehidupan kebangsaan memiliki relevansi yang kuat dengan berbagai kebutuhan dunia kerja kontemporer.

Kehadiran alumni SAA dalam forum pembekalan wisuda tingkat universitas juga diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa dan calon lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi, membangun jejaring, serta berani mengeksplorasi berbagai jalur profesi di masa depan.

Program Studi Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyambut positif dan mengapresiasi kiprah para alumni yang terus menunjukkan prestasi dan pengabdian di berbagai bidang. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian individual, tetapi juga menjadi bagian dari rekam jejak institusi dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *