BANDUNG — Artikel-artikel yang diterbitkan oleh Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya mulai masuk dalam pangkalan data Scopus pada Juli 2026. Perkembangan ini menjadi tahapan penting setelah jurnal tersebut dinyatakan diterima untuk diindeks oleh Scopus pada 19 April 2026.
Proses pengajuan Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya ke Scopus dilakukan pada Minggu, 13 April 2025, pukul 15.13 WIB melalui layanan Scopus Title Suggestion.
Pengajuan tersebut tercatat dengan nomor pelacakan:
FB7EF186CAD3FF9F
Setelah melalui proses evaluasi selama kurang lebih satu tahun, pada Minggu, 19 April 2026, pukul 16.34 WIB, pengelola menerima pemberitahuan resmi bahwa Religious dinyatakan diterima untuk diindeks dalam pangkalan data Scopus.
Penerimaan tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam penguatan reputasi publikasi ilmiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tingkat internasional.
Pada Juli 2026, artikel-artikel yang telah diterbitkan oleh Religious mulai diproses dan masuk secara bertahap ke dalam pangkalan data Scopus. Proses indeksasi artikel tidak selalu dilakukan secara serentak. Metadata dan dokumen artikel diproses secara bertahap sehingga jumlah artikel yang muncul dalam hasil pencarian Scopus akan terus bertambah sesuai dengan perkembangan proses indeksasi.
Perkembangan indeksasi artikel Religious dapat dipantau melalui fitur pencarian dokumen Scopus dengan menggunakan kueri berikut:
SRCTITLE ( Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya )
Kueri tersebut dapat digunakan untuk menampilkan artikel-artikel Religious yang telah selesai diproses dan masuk ke dalam pangkalan data Scopus.
Komitmen Menjaga dan Meningkatkan Kualitas
Editor-in-Chief Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, Busro, menyampaikan bahwa dimulainya indeksasi artikel merupakan tahapan penting yang harus diikuti dengan komitmen untuk menjaga dan meningkatkan kualitas jurnal.
“Masuknya artikel-artikel Religious ke dalam Scopus menunjukkan bahwa proses indeksasi telah berjalan. Capaian ini harus dijaga dengan terus meningkatkan kualitas tata kelola jurnal, proses editorial, substansi artikel, integritas akademik, konsistensi penerbitan, serta keterlibatan penulis dan mitra bestari internasional,” ujar Busro.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh indeksasi Scopus bukan merupakan akhir dari proses pengembangan jurnal. Pengelola harus terus melakukan evaluasi dan peningkatan agar kualitas, keberlanjutan, serta reputasi jurnal tetap terjaga.
“Bersama Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kami juga terus melakukan pendampingan dan mempersiapkan jurnal-jurnal lainnya agar memiliki tata kelola yang semakin baik, kualitas artikel yang kuat, serta jejaring akademik internasional yang lebih luas,” tambahnya.
Ketua Jurusan Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Ilim Abdul Halim, selaku pimpinan unit penerbit Religious, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan jurnal.
“Capaian ini merupakan hasil dari kerja panjang, konsistensi, dan kolaborasi antara pengelola jurnal, editor, mitra bestari, penulis, serta dukungan pimpinan universitas. Kami berharap Religious semakin memperkuat kontribusi Jurusan Studi Agama-Agama dalam pengembangan keilmuan yang terbuka, inklusif, dan memiliki pengaruh pada tingkat internasional,” tutur Ilim.
Ia menegaskan bahwa indeksasi Scopus perlu dimaknai sebagai tanggung jawab akademik untuk terus menghadirkan publikasi yang berkualitas, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Indeksasi internasional bukan hanya berkaitan dengan reputasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas penyebaran hasil penelitian dan mempertemukan gagasan para akademisi dari berbagai negara,” jelasnya.
Berawal dari Visi Pengembangan Studi Agama
Pendiri Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Deni Miharja, M.Ag., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang pengembangan jurnal.
“Sejak awal, Religious didirikan sebagai ruang akademik untuk mengembangkan kajian agama-agama dan lintas budaya yang mampu merespons berbagai persoalan masyarakat. Masuknya jurnal ini ke Scopus menunjukkan bahwa visi tersebut terus tumbuh dan memperoleh pengakuan pada tingkat internasional,” ungkap Deni.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang semakin berkualitas. LP2M akan terus mendukung penguatan jurnal-jurnal ilmiah sebagai bagian dari peningkatan reputasi dan kontribusi akademik universitas,” tambahnya.
Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan penelitian dalam bidang studi agama, hubungan antaragama, studi lintas budaya, agama dan media, serta hubungan agama dengan berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Dimulainya proses indeksasi artikel di Scopus diharapkan dapat meningkatkan visibilitas, keterbacaan, sitasi, dan dampak ilmiah artikel-artikel yang diterbitkan.
Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing secara global.

